|
profile
♥me, myself and i |
tagboard
♥scream out loud archives
♥gone with the wind September 2009 November 2009 |
affiliates
♥you're on your way |
Pertemuan ke 7 JarKom - Internetworking
Saturday, November 28, 2009
Internetworking di bagi menjadi 3, yaitu :
- Bridge
Sesuai dengan namanya, alat ini dipergunakan untuk menjembatani 2 jaringan. Tetapi berbeda dengan repeater yang hanya berfungsi sebagai jembatan fisik, bridge dapat berfungsi juga sebagai jembatan nalar (logical) seperti pembongkaran dan penyusunan paket, penyelematan, buffering dan lain-lain. Dengan demikian bridge dapat dipakai untuk menghubungkan 2 macam jaringan yang berbeda format paketnya ataupun yang berbeda kecepatan transmisinya. Misal dua kantor menggunakan dua jenis sistem jaringan yang berbeda, yang satu menggunakan sistem ethernet dan yang lainnya menggunakan sistem Arcnet, maka kedua sistem tersebut dapat digabung dengan menggunakan bridge.
- Router
Sistem yang digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan. Perangkat yang berfungsi dalam komunikasi WAN atau menghubungkan dua network yang berbeda. Menempati layer 3 pada sistem layering OSI ( network) sehingga memiliki kemampuan routing atau pengalamatan paket data baik secara static atau dinamik.
Sebuah komputer atau paket software yang dikhususkan untuk menangani koneksi antara dua atau lebih network yang terhubung melalui packet switching. Router bekerja dengan melihat alamat tujuan dan alamat asal dari paket data yang melewatinya dan memutuskan rute yang harus digunakan oleh paket data tersebut untuk sampai ke tujuan.
Sebuah komputer atau paket software yang dikhususkan untuk menangani koneksi antara dua atau lebih network yang terhubung melalui packet switching. Router bekerja dengan melihat alamat tujuan dan alamat asal dari paket data yang melewatinya dan memutuskan rute yang harus digunakan oleh paket data tersebut untuk sampai ke tujuan.
- Switch
Switch adalah perangkat jaringan yang bekerja dilapisan Data-link, mirip dengan bridge, berfungsi menghubungkan banyak segmen LAN ke dalam satu jaringan yang lebih besar.
Pertemuan ke 6 JarKom - IP Addressing
• IP Address
- Sebuah alamat logis yang digunakan dalam TCP / IP networking untuk mengidentifikasi host dalam jaringan
• IP Address Karakteristik
- Sebuah alamat IP adalah 32 bit dalam ukuran, unik, yang dikelompokkan menjadi empat 8-bit octets
- Oktet dipisahkan oleh titik desimal
• Administrator Jaringan
- Alamat IP yang diberikan oleh administrator jaringan menurut organisasi rentang alamat IP yang valid.
• ICANN (Internet Corporation for Assigned Names & Numbers)
- Central otoritas di internet alamat dan nama.
- Sebuah kelompok alamat IP yang harus diperoleh melalui ISP.
Jaringan Addresses
• Dalam menangani classful, alamat jaringan adalah salah satu yang ditetapkan ke organisasi
• mendefinisikan alamat jaringan jaringan ke seluruh Internet.
• Mengingat alamat jaringan, kita dapat menemukan alamat kelas, blok, dan kisaran alamat di blok
Khusus IP Addresses
• Beberapa nomor alamat IP disediakan untuk fungsi-fungsi khusus.
• alamat IP yang nilai numerik nilai tertinggi dalam jaringan (semua host bit sama dengan satu) adalah alamat broadcast.
• alamat IP dengan oktet pertama dari 127 seperti 127.0.0.1 adalah loopback IP digunakan untuk menguji komunikasi workstation lokal
• alamat IP berakhiran "1" yang biasanya disediakan untuk gateway.
Private IP Addresses
Aturan:
• Mereka tidak dapat direferensikan oleh host dalam organisasi lain.
• Mereka tidak dapat didefinisikan untuk router eksternal
• Organisasi dengan alamat pribadi tidak dapat mengiklankan orang IP eksternal.
• Alamat dan tidak bisa maju IP datagrams yang mengandung alamat router eksternal.
• External router akan diam-diam membuang semua routing informasi mengenai alamat ini.
- Sebuah alamat logis yang digunakan dalam TCP / IP networking untuk mengidentifikasi host dalam jaringan
• IP Address Karakteristik
- Sebuah alamat IP adalah 32 bit dalam ukuran, unik, yang dikelompokkan menjadi empat 8-bit octets
- Oktet dipisahkan oleh titik desimal
• Administrator Jaringan
- Alamat IP yang diberikan oleh administrator jaringan menurut organisasi rentang alamat IP yang valid.
• ICANN (Internet Corporation for Assigned Names & Numbers)
- Central otoritas di internet alamat dan nama.
- Sebuah kelompok alamat IP yang harus diperoleh melalui ISP.
Jaringan Addresses
• Dalam menangani classful, alamat jaringan adalah salah satu yang ditetapkan ke organisasi
• mendefinisikan alamat jaringan jaringan ke seluruh Internet.
• Mengingat alamat jaringan, kita dapat menemukan alamat kelas, blok, dan kisaran alamat di blok
Khusus IP Addresses
• Beberapa nomor alamat IP disediakan untuk fungsi-fungsi khusus.
• alamat IP yang nilai numerik nilai tertinggi dalam jaringan (semua host bit sama dengan satu) adalah alamat broadcast.
• alamat IP dengan oktet pertama dari 127 seperti 127.0.0.1 adalah loopback IP digunakan untuk menguji komunikasi workstation lokal
• alamat IP berakhiran "1" yang biasanya disediakan untuk gateway.
Private IP Addresses
Aturan:
• Mereka tidak dapat direferensikan oleh host dalam organisasi lain.
• Mereka tidak dapat didefinisikan untuk router eksternal
• Organisasi dengan alamat pribadi tidak dapat mengiklankan orang IP eksternal.
• Alamat dan tidak bisa maju IP datagrams yang mengandung alamat router eksternal.
• External router akan diam-diam membuang semua routing informasi mengenai alamat ini.
Pertemuan ke 5 JarKom - WLAN
1. Teknologi Dasar
Fungsi utama dari Wireless LAN adalah untuk menjangkau wilayah LAN yang sulit dicapai dengan kabel tembaga biasa (copper wire), juga untuk menjangkau pengguna bergerak (mobile-users). Ada empat komponen utama dalam membangun jaringan WLAN ini:
Fungsi utama dari Wireless LAN adalah untuk menjangkau wilayah LAN yang sulit dicapai dengan kabel tembaga biasa (copper wire), juga untuk menjangkau pengguna bergerak (mobile-users). Ada empat komponen utama dalam membangun jaringan WLAN ini:
- Access Point, merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari klien ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access-Point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.
- Wireless LAN Interface, merupakan device yang dipasang di Access-Point atau di Mobile/Desktop PC, device yang dikembangkan secara massal adalah dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) card.
- Wired LAN, merupakan jaringan kabel yang sudah ada, jika Wired LAN tidak ada maka hanya sesama WLAN saling terkoneksi.
- Mobile/Desktop PC, merupakan perangkat akses untuk klien, mobile PC pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan PC Card PCMCIA dalam bentuk ISA (Industry Standard Architecture) atau PCI (Peripheral Component Interconnect) card.
2. Spread Spectrum
Bagaimana data bisa bergerak di udara? Wireless LAN mentransfer data melalui udara dengan menggunakan gelombang elektromagnetik dengan teknologi yang dipakai adalah Spread-Sprectum Technology (SST). Dengan teknologi ini memungkinkan beberapa user menggunakan pita frekuensi yang sama secara bersamaan. SST ini merupakan salah satu pengembangan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA). Dengan urutan kode (code sequence) yang unik data ditransfer ke udara dan diterima oleh tujuan yang berhak dengan kode tersebut. Dengan teknologi Time Division Multiple Access (TDMA) juga bisa diaplikasikan (data ditransfer karena perbedaan urutan waktu/time sequence).
Dalam teknologi SST ada dua pendekatan yang dipakai yaitu:
Bagaimana data bisa bergerak di udara? Wireless LAN mentransfer data melalui udara dengan menggunakan gelombang elektromagnetik dengan teknologi yang dipakai adalah Spread-Sprectum Technology (SST). Dengan teknologi ini memungkinkan beberapa user menggunakan pita frekuensi yang sama secara bersamaan. SST ini merupakan salah satu pengembangan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA). Dengan urutan kode (code sequence) yang unik data ditransfer ke udara dan diterima oleh tujuan yang berhak dengan kode tersebut. Dengan teknologi Time Division Multiple Access (TDMA) juga bisa diaplikasikan (data ditransfer karena perbedaan urutan waktu/time sequence).
Dalam teknologi SST ada dua pendekatan yang dipakai yaitu:
- Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), sinyal ditranfer dalam pita frekuensi tertentu yang tetap sebesar 17MHz. Prinsip dari metoda direct sequence adalah memancarkan sinyal dalam pita yang lebar (17MHz) dengan pemakaian pelapisan (multiplex) kode/signature untuk mengurangi interferensi dan noise. Untuk perangkat wireless yang bisa bekerja sampai 11Mbps membutuhkan pita frekuensi yang lebih lebar sampai 22MHz. Pada saat sinyal dipancarkan setiap paket data diberi kode yang unik dan berurut untuk sampai di tujuan, di perangkat tujuan semua sinyal terpancar yang diterima diproses dan difilter sesuai dengan urutan kode yang masuk. Kode yang tidak sesuai akan diabaikan dan kode yang sesuai akan diproses lebih lanjut.
- Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS), sinyal ditransfer secara bergantian dengan menggunakan 1MHz atau lebih dalam rentang sebuah pita frekuensi tertentu yang tetap. Prinsip dari metoda frequency hopping adalah menggunakan pita yang sempit yang bergantian dalam memancarkan sinyal radio. Secara periodik antara 20 sampai dengan 400ms (milidetik) sinyal berpindah dari kanal frekuensi satu ke kanal frekuensi lainnya.
3. Teknologi Alternatif
Selain teknologi Spread Spectrum dengan metoda DSSS dan FHSS ada beberapa teknologi alternatif lainnya yang masih dikembangkan.
BlueTooth
BlueTooth awalnya dikembangkan untuk mengkoneksikan laptop, PDA (Personal Digital Assistance) dan Telepon Selular secara wireless. Merupakan generasi mendatang jaringan peer-to-peer. Spesifikasi awal BlueTooth disiapkan untuk wireless voice dan transmisi data jarak pendek.
HiperLAN 2
High Performance Radio LAN type 2 adalah broadband wireless yang beroperasi di frekuensi 5Ghz dengan transmisi bisa mencapai 54Mbps. HiperLAN 2 dipromosikan oleh FCC (Federal Communications Commission) dan ETSI Broadband Radio Access Network (BRAN) dan lebih banyak dikembangkan di Eropa.
IEEE 802.11
Standar IEEE 802.11 mengkhususkan pengembangan teknologi lapisan fisik dan link wireless LAN (lapisan 1 dan 2 OSI). Ada 6 standar yang dipakai:
Selain teknologi Spread Spectrum dengan metoda DSSS dan FHSS ada beberapa teknologi alternatif lainnya yang masih dikembangkan.
BlueTooth
BlueTooth awalnya dikembangkan untuk mengkoneksikan laptop, PDA (Personal Digital Assistance) dan Telepon Selular secara wireless. Merupakan generasi mendatang jaringan peer-to-peer. Spesifikasi awal BlueTooth disiapkan untuk wireless voice dan transmisi data jarak pendek.
HiperLAN 2
High Performance Radio LAN type 2 adalah broadband wireless yang beroperasi di frekuensi 5Ghz dengan transmisi bisa mencapai 54Mbps. HiperLAN 2 dipromosikan oleh FCC (Federal Communications Commission) dan ETSI Broadband Radio Access Network (BRAN) dan lebih banyak dikembangkan di Eropa.
IEEE 802.11
Standar IEEE 802.11 mengkhususkan pengembangan teknologi lapisan fisik dan link wireless LAN (lapisan 1 dan 2 OSI). Ada 6 standar yang dipakai:
- 802.11a, 5GHz dengan teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplex)
- 802.11b, DSSS pada lapisan fisik dengan transfer data 5.5 sampai 11Mbps.
- 802.11d, standar kebutuhan fisik (channel, hopping, pattern, MIB snmp)
- 802.11e, pengembangan aplikasi LAN dengan Quality of Service (QoS), keamanan dan autentifikasi untuk aplikasi seperti suara, streaming media dan konferensi video.
- 802.11f, rekomendasi praktis untuk Multi-Vendor Access Point Interoperability melalui Inter-Access Point Protocol Access Distribution System Support.
- 802.11g, standar untuk penggunaan DSSS dengan transfer 20Mbps dan OFDM 54Mbps. Standar ini backward-compatible dengan 802.11b dan bisa dikembangkan sampai lebih dari 20Mbps
Pertemuan ke 4 JarKom - Jaringan LAN
Saturday, November 21, 2009
Jaringan LAN
Pada umumnya teknologi jaringan LAN menggunakan media kabel untruk menghubungkan komputer-komputer yang digunakan. LAN dapat dibedakan berdasarkan tiga karakterristik, yaitu ukuran, teknologi transmisi, dan topologinya. Teknologi transmisi yang bisa digunakan adalah transmisi kabel tunggal. Pada LAN biasa, kecepatan transmisi sekitar 10 – 100 Mbps (Megabit/second), dan faktor kesalahan kecil.Topologi yang digunakan biasanya topologi Bus, Star dan Ring.
Bus dan Tree :
- Sarana Multipoint yang medium : bisa multifungsi tapi bersifat medium/sedang.
- Transmisi dapat menyebarkan sepanjang sarana
- Dapat didengar oleh semua transmision (masing - masing transmisi mempunyai alamat yang unik)
- Sarana Multipoint yang medium : bisa multifungsi tapi bersifat medium/sedang.
- Transmisi dapat menyebarkan sepanjang sarana
- Dapat didengar oleh semua transmision (masing - masing transmisi mempunyai alamat yang unik)
Star Topology
Setiap Transmisi menghubungkan secara langsung ke pusat node.
- Biasanya melalui dua titik untuk menunjukan hubungan terkait
pusat node dapat disebarkan
- Hanya satu Transmision dapat mengirim pada waktu yang sama.
Bus dan Hub
Konfigurasi bus :
- Semua stasiun berbagi kapasitas dari bus (misalnya 10Mbps)
- Hanya satu stasiun dapat mengirimkan dalam satu waktu
- Semua stasiun berbagi kapasitas dari bus (misalnya 10Mbps)
- Hanya satu stasiun dapat mengirimkan dalam satu waktu
Pertemuan ke 3 JarKom - Layer Physical
Standar dan protokol atau fungsi utama dari operasi WAN adalah di layer fisik dan layer data link. Artinya 5 layer lainnya tidak ditemukan di WAN. Dengan kata lain standar dan protokol layer 1 dan layer 2 dari WAN berbeda dengan standar dan protokol layer 1 dan layer 2 dari LAN.
Layer fisik WAN menggambarkan interface antara data terminal equipment (DTE) dan data circuit-terminating equipment (DCE). Umumnya, DCE berada di sisi provider dan DTE berada di sisi device. Pada model ini, komunikasi melalui DTE dengan bantuan modem atau CSU/DSU.
Fungsi utama dari sebuah router adalah untuk mengirimkan data menggunakan alamat layer 3. Proses ini disebut dengan routing. Routing terjadi pada layer network, atau layer 3. Jika WAN beroperasi pada layer 1, 2 dan 3, apakah router adalah peralatan untuk LAN atau WAN ? jawabannya adalah dua-duanya.
Router dalam WAN adalah untuk mengantarkan paket data pada layer 3, tapi ia juga bisa dipakai dalam LAN. Pada saat router menggunakan standar dan protokol layer fisik dan layer data link maka ia beroperasi sebagai peralatan WAN. Sebagai contoh, sebuah router mungkina harus mempunyai interface ISDN yang menggunakan enkapsulasi PPP dan sebuah interface serial yang terhubung ke jalur T1 yang menggunakan enkapsulasi Frame Relay. Router harus mampu merubah bit stream dari tipe layanan yang satu ke tipe yang lain, dalam hal ini ISDN ke T1 dan merubah enkapsulasi data link dari PPP ke Frame Relay.
Di bawah ini adalah daftar standar dan protokol layer fisik pada WAN:
Layer fisik WAN menggambarkan interface antara data terminal equipment (DTE) dan data circuit-terminating equipment (DCE). Umumnya, DCE berada di sisi provider dan DTE berada di sisi device. Pada model ini, komunikasi melalui DTE dengan bantuan modem atau CSU/DSU.
Fungsi utama dari sebuah router adalah untuk mengirimkan data menggunakan alamat layer 3. Proses ini disebut dengan routing. Routing terjadi pada layer network, atau layer 3. Jika WAN beroperasi pada layer 1, 2 dan 3, apakah router adalah peralatan untuk LAN atau WAN ? jawabannya adalah dua-duanya.
Router dalam WAN adalah untuk mengantarkan paket data pada layer 3, tapi ia juga bisa dipakai dalam LAN. Pada saat router menggunakan standar dan protokol layer fisik dan layer data link maka ia beroperasi sebagai peralatan WAN. Sebagai contoh, sebuah router mungkina harus mempunyai interface ISDN yang menggunakan enkapsulasi PPP dan sebuah interface serial yang terhubung ke jalur T1 yang menggunakan enkapsulasi Frame Relay. Router harus mampu merubah bit stream dari tipe layanan yang satu ke tipe yang lain, dalam hal ini ISDN ke T1 dan merubah enkapsulasi data link dari PPP ke Frame Relay.
Di bawah ini adalah daftar standar dan protokol layer fisik pada WAN:
- EIA/TIA-232
- EIA/TIA-449
- V.24
- V.35X.21
- G.703
- EIA-530
- ISDN
- T1,T3,E1 danE3
- xDSL
- SONET (OC-3, OC-12, OC-48, OC-192)
Di bawah ini adalah daftar standar dan protokol layer data link pada WAN:
- High-level data link control (HDLC)
- Frame Relay
- Poin-to-Point Protocol (PPP)
- Synchronous Data Link Control (SDLC)
- Serial Line Internet Protocol (SLIP)
- X.25
- ATM
- LAPB
- LAPD
- LAPF




